“DASHBOARD BANTUAN BENCANA”

Dashboard ini merupakan dashboard monitoring distribusi bantuan bencana yang menampilkan alur bantuan mulai dari masuk (donasi/pengumpulan) hingga keluar (distribusi ke wilayah terdampak). Dashboard ini kemungkinan dibuat menggunakan tool BI seperti Power BI atau Tableau, dengan dominasi warna biru sebagai tema utama.


1. Panel Filter (Kiri)

Terdapat beberapa filter untuk menyaring data yang ditampilkan:

  • Wilayah — dropdown untuk memilih wilayah tertentu
  • Kategori — dropdown untuk memilih kategori bantuan (misal: Makanan, Non Food, Peralatan, Obat-obatan)
  • Rentang Tanggal (From–To) — filter periode, contoh: dari 25/11/2025 sampai 17/12/2025

Filter ini memungkinkan pengguna menganalisis data bantuan pada periode dan wilayah/kategori spesifik.


2. Kartu Ringkasan / KPI Cards (Baris Atas)

Lima kartu metrik menampilkan ringkasan utama data bantuan bencana:

MetrikNilai
Total Bantuan (Data)2,988
Bantuan Masuk (Paket)142,248
Bantuan Keluar (Paket)177,326
Jumlah Donatur60
Wilayah Distribusi3

Insight: Jumlah bantuan keluar (177,326) lebih besar dari bantuan masuk (142,248), yang bisa mengindikasikan adanya stok sebelumnya yang ikut didistribusikan, atau satuan/periode perhitungan yang berbeda antara data masuk dan keluar.


3. Proporsi Setiap Bantuan (Pie Chart, Kiri Tengah)

Menampilkan distribusi kategori bantuan dalam bentuk pie chart:

KategoriPersentase
Makanan46.26%
Peralatan33.74%
Non Food19.34%
Obat-obatan0.66%

Insight: Bantuan makanan mendominasi hampir separuh dari total bantuan, diikuti peralatan. Bantuan obat-obatan porsinya sangat kecil — bisa menjadi perhatian jika kebutuhan medis di lapangan cukup tinggi.


4. Trend Bantuan Bencana (Area/Line Chart, Kanan Tengah)

Menampilkan tren jumlah bantuan kategori “Makanan” dari waktu ke waktu (25/11/2025 – 17/12/2025):

  • Nilai harian berfluktuasi relatif rendah (5 hingga sekitar 2,818) di sebagian besar hari.
  • Terjadi lonjakan tajam pada 14/12/2025 dengan nilai 12,656, jauh di atas hari-hari lain.
  • Setelah lonjakan, nilai kembali turun ke kisaran normal (275, 228, 479, dst).

Insight: Lonjakan pada 14/12/2025 kemungkinan menandakan adanya pengiriman/distribusi bantuan makanan dalam jumlah besar pada tanggal tersebut — bisa jadi respons terhadap kejadian bencana besar atau pengiriman logistik besar dari donatur tertentu.


5. Asal Bantuan (Bar Chart Horizontal, Kiri Bawah)

Menampilkan sumber/asal bantuan berdasarkan berat satuan (num), diurutkan dari terbesar ke terkecil:

Asal BantuanBerat Satuan
BAPAK AMIN10,835
DONASI8,702
Donasi5,146
HALIM SORTIE 61,107
Banpres836
HALIM SORTIE 4778
HALIM SORTI 2768
HALIM SORTIE 7682
PEMKAB TOBA (BUPATI)660
BNPB592

Insight: Donatur individu (“BAPAK AMIN”) dan kategori umum “Donasi” menjadi kontributor terbesar, melebihi kontribusi dari lembaga pemerintah seperti BNPB atau Pemkab. Perlu dicek apakah “Donasi” dan “DONASI” seharusnya digabung sebagai satu kategori (potensi duplikasi data akibat perbedaan kapitalisasi).


6. Daftar Bantuan Pokok (Tabel, Tengah Bawah)

Tabel berisi rincian jenis barang bantuan beserta berat/jumlah satuannya:

Nama BarangBerat Satuan
Air Mineral2,615
Mie Instan1,525
Sarden1,417
Minyak Goreng1,249
Beras894
Beras @ 5 Kg725
Makanan Siap Saji377
Makanan Siap Saji Dsp104
Masaji64
Beras Bulog19

Insight: Kebutuhan pokok seperti air mineral dan mie instan menjadi barang bantuan dengan volume tertinggi — sejalan dengan dominasi kategori “Makanan” pada pie chart.


7. Wilayah Distribusi Bantuan (Bar Chart + Legenda Gradasi, Kanan Bawah)

Menampilkan jumlah donatur berdasarkan provinsi asal gudang:

ProvinsiJumlah Donatur (perkiraan)
Aceh± 8
Sumatera Barat± 3
Sumatera Utara± 40

Legenda warna menunjukkan skala persentase (0%–20% hingga 80%–100%) untuk merepresentasikan intensitas donatur per wilayah.

Insight: Sumatera Utara menjadi pusat gudang/distribusi dengan jumlah donatur jauh lebih tinggi dibanding dua provinsi lainnya, menunjukkan wilayah ini sebagai basis logistik utama.


Ringkasan Fungsi Dashboard

Dashboard ini dirancang untuk membantu tim manajemen bencana (BNPB, relawan, atau koordinator logistik) untuk:

  1. Memantau arus bantuan secara real-time — dari masuk hingga keluar.
  2. Menganalisis komposisi jenis bantuan yang paling banyak dibutuhkan/didistribusikan.
  3. Melacak tren waktu untuk mendeteksi lonjakan kebutuhan atau pengiriman.
  4. Mengidentifikasi kontributor/donatur utama demi transparansi dan apresiasi.
  5. Mengelola logistik antar wilayah dengan mengetahui gudang mana yang paling aktif mendistribusikan bantuan.

Catatan: Interpretasi di atas didasarkan pada elemen visual yang terlihat pada gambar. Angka dan tren pasti dapat berubah tergantung data sumber dan filter yang diterapkan.